Bocah di NTT Tewas Tersetrum Listrik Saat Isi Baterai Ponsel Nenek

Alvano Yeskiel Tuke, bocah ruang belajar satu sekolah dasar di Desa Hane, Kecamatan Batu Putih, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur ditemukan tewas tersengat listrik. Kejadian tersebut terjadi di lokasi tinggal neneknya pada Jumat (15/3) kemarin.

Bocah 7 tahun ini tewas diduga dampak terkena sengatan listrik saat sedang mengecas handphone kepunyaan neneknya.

Kasat Reskrim Polres Timor Tengah Selatan, Iptu Jamari menuliskan kejadian tersebut ketika nenek korban, Ruth Tse berkeinginan ke kebun untuk mengalihkan ternak sapi mereka pukul 17.00 WITA.

Saat terbit rumah, Ruth masih sempat menyaksikan cucunya sedang bermain karet di di ruang tamu. Dia juga tak memiliki tanda-tanda buruk. Usai mengalihkan ternak sapi, Ruth lantas kembali ke lokasi tinggal dan mendapati cucunya telah terbaring salah satu meja televisi dan lokasi tidur di ruang tamu.

Ruth yang memahami cucunya tertidur berniat guna membangunkan. Namun nahas Ruth ikut terpapar aliran listrik saat menyentuh tubuh sang cucu. Ruth lantas meminta bantuan warga sekitar.

“Pada saat tersebut Ruth Tse (nenek korban) menyimpan handphone di dalam lemari yang sedang di kamar istirahat miliknya, dan handphone dalam suasana mati total. Sekitar pukul 18.00 WITA, Ruth Tse pulang ke lokasi tinggal dan lihat korban telah tertidur salah satu meja TV dan lokasi tidur di ruangan tamu,” ujarnya, Sabtu (16/3).

Mendengar teriakan Ruth, di antara tetangga mempunyai nama Wendi Sabuna beserta penduduk lainnya, langsung datang mematikan aliran listrik di lokasi tinggal tersebut. Tujuannya supaya bisa mencungkil handphone yang sedangkan digenggam oleh korban.

“Kejadian itu tadinya dilaporkan ke polsek Batu Putih dan diteruskan ke Polres, sampai-sampai tim dari unit identifikasi langsung turun ke TKP. Hasil koordinasi melewati handphone antara nenek korban dengan orang tua kandung korban yang sedangkan berada di Jakarta. Bahwa kematian korban diterima oleh kedua orang tuanya, sampai-sampai tidak melanjutkan ke proses hukum dan orang Tua korban mau mengurus jenazah korban dengan baik,” jelasnya.