Sederet Fakta Terkini Banjir Bandang di Sentani, Pesawat Rusak – Puluhan Korban Tewas

Banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten, Jayapura, Sabtu malam (16/3) menewaskan minimal 60 orang. Bahkan sampai kini, jumlah korban tewas masih terus bertambah.
Bencana alam tersebut diperkirakan terjadi sebab tingginya curah hujan. Selain tersebut pegunungan Cycloops yang tandus pun menjadi di antara pemicunya.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal di Jayapura mengatakan, hingga berita ini diturunkan terdaftar 43 orang luka-luka dan 69 orang diadukan menghilang. Seperti apa sederet kenyataan terkini banjir bandang di Sentani? Simak info selengkapnya di bawah ini!

1. Curah Hujan Tinggi dan LongsorBanjir yang terjadi di Sentani terjadi pada hari Sabru (16/03) selama pukul 17.00 WIT. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyerahkan keterangan untuk wartawan di kantor BNPB berhubungan banjir bandang di Sentani Jayapura, Jakarta, Minggu (17/3) kemarin.Berdasarkan keterangan dari Sutopo, banjir bandang itu terjadi diperkirakan karena adanya longsor di unsur hulu. Material yang menyumbat pun menciptakan air meluap. Karena volume air terus bertambah, air juga meluap dan turun ke dataran rendah yang merupakan area pemukiman.

2. Gunung Cycloops BotakSelain sebab tingginya curah hujan, banjir di Sentani terjadi sebab rusaknya ekosistem di Gunung Cycloop, Jayapura, Papua. Daerah pegunungan yang mestinya jadi hutan justeru gundul sebab banyaknya ladang dan kebun.Alhasil ketika hujan deras, Gunung Cycloop tak bisa bermanfaat sebagai wilayah resapan dan penahan longsor. Dan banjir bandang juga tak dapat terelakkan lagi.

3. Bukan Pertama KaliIni bukan musibah kesatu yang melanda Sentani. Di tahun 2007 silam, banjir bandang pun sempat memunculkan korban jiwa.Hal itu dikatakan langsung oleh Pak Sutopo. Menurutnya, di samping banyaknya korban jiwa, banjir bandang pun merusak sejumlah bangunan yang terdapat di Sentani.

4. Korban Tewas Capai Puluhan OrangJumlah korban banjir bandang yang melanda sekian banyak kawasan di Kabupaten Jayapura terus meningkat. Berdasarkan data Polda Papua, terdaftar ada 61 orang meninggal dunia.Bahkan Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal di Jayapura pun menambahkan kalau sampai kini terdaftar 43 orang luka luka dan 69 orang diadukan hilang.
“Korban yang menderita luka-luka ketika ini diasuh di sejumlah rumah sakit laksana RSUD Yowari, RS Dian Harapan dan RS Bhayangkara,” kata Kamal untuk wartawan, Minggu (17/3), dilansir dari Antara.

5. Pesawat Twin Otter Rusak Selain memunculkan korban jiwa dan merusak sejumlah lokasi tinggal penduduk, pesawat jenis twin otter yang tengah parkir di Lapangan Terbang Adventis Doyo pun rusak dampak banjir bandang. Kendati demikian, situasi bandara diberitakan masih normal sampai saat ini.Di samping pesawat, satu helikopter pun mengalami kerusakan dampak banjir. Hingga sekarang pendataan masih bakal terus dilaksanakan untuk melihat akibat dari banjir bandang tersebut.